Tuesday, January 18, 2005

Bocah

Tawanya adalah simfoni terindah dari semua deru duniawi. Tangisnya adalah nyanyian terpilu yang merobek setiap telinga yang disinggahinya. Mereka adalah deraian canda yang sangat mengagumkan. Bila kau menyentuh lembut kulit dan halus jarinya, kau akan merasakan sebuah kreasi mengagungkan dari Nya.

Bocah adalah mahluk paling lucu, lugu, egois dan menyenangkan. Lihat saja
Elizabeth, dia paling senang menggambar anak-anak anjing kesayangannya. “This is Ginger, Mocca and Cappucino!” serunya bangga. Aku melihat barisan puppies dengan warna bulu yang hampir semunya cokelat, lucu sekali.

Kemudian Itsuki, dia selalu menganggap dirinya seorang ksatria Ninja. Selalu menyelinap dan mengejutkan teman-temannya, termasuk aku. Lain halnya dengan Ghana dan Ivran yang merasa dirinya seorang jagoan di komik dan gak akan berhenti bertarung sebelum salah satu dari mereka menangis.

Ada Laila yang masih manja dan gak mau ketinggalan bantal guling paforitnya, dia pasti menangis kalau ditinggal Ayahnya. Menenangkannya adalah kegiatan rutin yang menggelikan.

Dan Irsyad, anak yang selalu mau tahu. Sering dihukum Ibunya karena dianggap nakal dan selalu merusak barang kesayangannya. Tapi di sekolah, dia hampir membaca semua buku yang ada.

Sekarang mereka sedang bermain di halaman itu, sedang tergelak menatap hatinya, sedang membentuk jati dirinya.

Bocah bukan miniatur orang dewasa. Tapi bocah adalah tubuh yang kecil, tangan yang kecil, pikiran, analisa dan sikap yang kecil pula. Karena itu jangan paksa mereka untuk masuk dalam dunia kita kemudian menghukum mereka karena keterbatasan dan ketidaksanggupan mereka untuk mengerti kita.

Tapi bahkan kitalah yang harus ada dalam dunia mereka untuk mengerti dan membangun mereka. Percayalah jika sekali saja kau masuk ke dunianya, di dalam sana sangat indah dan luar biasa.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home