Thursday, January 13, 2005

Gak tau harus bilang apa

Begini ini, kalau terus larut dalam kenangan. Trapped in the middle of nowhere. Nyebelin banget!

Jam 1.30 dini hari aku dismsin sama dia, katanya kangen. Siapa yang gak blingsatan, seharusnya sms itu aku terima setahun yang lalu dimana aku masih terus berharap dan menangisinya setiap kali aku buka mata di pagi hari.

Tapi sekarang, setelah ratusan jam, ribuan menit dan jutaan detik aku berusaha menghapus dan mengganti dengan apapun agar kenangan tentang dia hilang, suddenly dia datang seperti lelaki yang baru pulang dari pencariannya. Kemudian aku, yang menurut dia sebagai rumahnya hanya tertegun (no words).

Gagal semua usahaku selama ini untuk menghilangkan -isme tentang dia. Seketika kenangan dan harapan yang sudah hampir selesai aku kubur membuncah seperti tsunami dan menyapu habis ketegaranku. Sampai aku terhenyak dan nyaris gak tau lagi apa yang aku inginkan dalam pikiran ini.

Kata sepupuku ini pilihanku, kalo aku bener-bener mau balik sama dia aku harus reply dan bilang kalo aku juga kangen sama dia. Itu artinya aku akan mengulang kembali apa yang pernah terjadi di antara kita or apa mungkin dia sudah berubah dan menjadi lelaki yang baru dengan segala perbaikan yang katanya sudah dia lakukan selama ini (So then, whoose can guarantee it??).

Tapi hati ini terus meminta agar semua dimaafkan dan menuntut untuk mencobanya kembali. "This is the one you've been waiting for, girl" bisiknya. Dan tiba-tiba semuanya menjadi gamang. Aku bulak-balik pada dua perasaan yang berbeda dan mereka terus menghimpit dada.

Perasaan satu memintaku harus memutuskan sesuatu karena aku gak bisa membiarkan ini terus menggantung di nafasku. Perasaan kedua begitu menghiba untuk hanya pergi saja dari semua ini dan melepaskannya.

Kenangan itu, harapan itu dan luka itu sekarang semuanya hadir menunggu eksekusi dariku. Tapi aku tak punya satu senjatapun untuk membunuhnya.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home