Thursday, January 20, 2005

Hatiku dan Aku (2)

Tak apa, sekarang kau sibuk mengurusi asamu. Tapi tolong, jangan campakkan aku begitu saja. Mungkin aku bukan pahlawan dalam hidupmu. Tapi apa kau lupa, bahuku selalu basah jika kau ingin menangis.
Mungkin aku juga bukan malaikat penjagamu. Tapi aku adalah bentangan peluk ketika kau gemetar ketakutan.

Aku selalu menjadi Ibu dalam sifat kekanakanmu, aku menjadi sahabat pada setiap keluh kesahmu, aku menjadi kekasih penuh cinta untuk mengisi lukamu dan bahkan aku menjadi hamba dari seluruh keegoisanmu.

Lupakah kau?

Aku tak mungkin menghardikmu, karena kau begitu kupuja. Akupun tak sanggup meninggalkanmu, karena aku tahu kau hanya bintang dengan cahaya redup pengasih dari bulan. Kau akan padam dan aku harus segera berada dalam gelapmu untuk menjadi lilin bagimu.

Kau harus menyadari, aku adalah kekuatanmu, penjelma mimpi dan hayalanmu. Asa yang kau kejar kini pun adalah pemberianku. Aku tak berharap terima kasihmu, apalagi pengorbananmu untuk membuatku bahagia. Aku hanya ingin kau tatap aku dan balas pelukanku.
Itu sudah cukup

0 Comments:

Post a Comment

<< Home