Friday, February 11, 2005

Gumamku, Jika saja Terdengar…

But when I need you. You almost here
And I know that’s not enough.
But when I’m with you. I’m close to tears
‘Cause you’re only almost here…

(Almost Here. By: Brian Mc Fadden
)

Berdiam seminggu ini, mencoba mencari rasa yang masih tinggal atau terkadang masih singgah di hatiku. Semakin menatap wajahmu di mata hatiku, semakin aku ragu dengan apa yang kuharapkan darimu.

Selama menantimu aku terus mencoba manggapai satu makna saja, jika kelak kita bersama nanti.
Namun semuanya sia-sia, aku hanya menemukan diriku sedang menapaki lorong tak berujung seperti sang Pengembara ciptaan Seno di Negeri Senja.

Aku sadar dalam ketidakberdayaanku, bahwa aku tak mungkin menantimu di tempat yang kini semakin menyakitiku. Bahwa aku tak mungkin memelihara cintamu dengan segenap pengertianku, karena aku bukan Alina ataupun Maneka yang hanya cukup dicintai dari jauh oleh sang Pengembara. Dan karena perempuan ini telah mencapai batasnya. Aku dan cintamu telah mati dalam kesakitan.

Tempat ini sudah tak menyehatkan lagi untukku atau dirimu. Di sini sudah banyak bangkai dari jasad kenagan antara aku dan kau. Bahkan akupun belum sempat menguburkan jiwaku yang dulu telah kau bunuh, apalagi bangkai cintamu.

Jika dirimu akan pergi maka begitupun aku.
Bawa serta rindu dan rayuanmu.
Di sini aku sudah tak memiliki tempat untuk mereka lagi.

Jangan kau tinggalkan apapun lagi untukku.
Sungguh, semuanya tidak akan pernah berarti.
Karena waktumu sudah habis.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home