Wednesday, March 02, 2005

Biar, biarlah…

Meski aku tahu diri ini semakin sesak.
Tapi biar, esokpun mungkin aku sudah mati.

Walau tak kulihat lagi keadilan di sini.
Dan biarlah, karena esok aku sudah menjadi seonggok daging yang mulai membusuk, atau bahkan lenyap di makan makhluk kengerian mu.

Jika kemudian sepasang bidadari datang dan membasuh peluhku.
Namun pada saat itu juga, seribu iblis memburu dan membakarku.

Bilakah ini akan berakhir?
Jika hidupku hanya ini… biarlah, kematian kuhamparkan dan keadilan kuserahkan.

Aku adalah sebuah jiwa yang hanya mampu terdiam dan tak pernah berkata meski waktu terus memaksa.
Kini, aku pun sudah menjadi sebuah jiwa yang mulai tak berarti.

Tapi aku tetap jiwa yang juga mendengar, melihat dan merasa.
Aku juga jiwa yang tidak hanya untuk dibiarkan!

Bilakah ini akan berakhir?
Jika demikian… biarlah, kematian kuhamparkan dan keadilan kuserahkan.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home