Thursday, April 21, 2005

Depan Gerbang Nehemia

Mendapatiku teronggok dengan kebodohan, kenaifan dan kesiaan.
Menyadariku ada hanya dalam kegagalan dan tak berpengharapan.
Aku tak dapat mendaki, karena bukit itupun tak pernah ada.
Aku terengah menyusuri jalanku yang ternyata hanya gumpalan kabut menengadah langit.
Bayanganku lumat dibakar oleh kekuatan matahari.
Angin merepihku dan kemudian berlayar seraya membawa gunungan mimpi dan hayalku.

Aku tersudut di pojok bumi yang maha luas
Menyaksikan mimpi semua insan menjadi nyata.
Lalu aku terlolong, menapaki udara yang kian parau menghunus tenggorokanku yang tak mampu lagi berucap apalagi menjerit.
Memanggil mimpi dan hayalku yang terus menghilang.

Sayapku tak dapat terbang, karena memang dia tak pernah ada.
Kakiku tak dapat menapak, karena dia sudah lumpuh sejak lama.
Hanya tangan lelahku yang terus bergerak untuk menggapai, mengepak dan melangkah.
Namun kegagalan dan selalu kegagalan yang dia raih.

Aku tersudut di pojok bumi yang maha luas.
Meringkuk telanjang mensyukuri kehinaan pada mahluk sisa atasku.

4 Comments:

Blogger Uyet said...

*hugs*

kelak sepasang sayap kan terentang untukmu, sepasang kaki kan tegak menopangmu... bertahanlah sahabat!

5:23 AM  
Anonymous ummi said...

Doa ini yang sangat aku harapkan. Terima kasih banyak, sahabatku *hugs*

7:22 AM  
Anonymous tobse said...

ayo kita bekerja!!!!

5:37 PM  
Anonymous ummi said...

Yuk!!!

2:36 PM  

Post a Comment

<< Home